Petualangan Sejati

Wahana Hiburan, Informasi, dan Edukasi

  • ALMANAK

    June 2008
    M T W T F S S
         
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • MENU

  • GUDANG

  • asah

Taliban Bobol Penjara Afghanistan Ribuan Tahanan Melarikan Diri

Posted by andriesdwiputra on June 24, 2008

ImagePejuang Taliban menyerang penjara utama (Sarposa) di selatan Afghanistan, Kandahar dalam sebuah serangan mendadak. Mereka membobol tembok penjara yang terbuat dari lumpur, membunuh 15 orang penjaga dan membebaskan 1,200 orang tahanan. Di antara pelarian tersebut terdapat 350 orang anggota Taliban, termasuk komandannya, serta pelaku bom bunuh diri dan pembunuhan.

“Ini sangat membahayakan keamanan. Mereka adalah pembunuh berpengalaman dan telah berencana untuk melarikan diri,” ujar Ahmed Wali Karzai, Kepala Dewan Provinsi Kandahar yang juga saudara Presiden Afghanistan Hamid Karzai, menanggapi serangan tersebut.

Jurubicara Taliban, Qari Yousuf Ahmadi mengatakan kepada kantor berita AP, serangan itu dilakukan oleh 30 orang pejuang Taliban dengan menggunakan sepeda motor dan dua orang pelaku bom bunuh diri, dan telah membebaskan sekitar 400 orang anggota Taliban.

Pembobolan penjara Sarposa ini memunculkan tantangan keamanan berat bagi Afghanistan dan pasukan NATO di seantero Kandahar, kota asal Presiden Karzai dan juga rumah ibukota spiritual Taliban. Secara tradisional, Kandahar adalah rumah para penguasa Afghanistan. Mengendalikan wilayah ini sepertinya sangat genting bagi pemerintah di seantero negeri.

Kandahar dikabarkan dalam kondisi gawat sejak pasukan Taliban berkumpul di dekat distrik Panjwai pada 2006. Sejak itu pula pasukan Kanada telah berupaya mengamankan wilayah tersebut, dan Taliban telah berulangkali berupaya mencari pengaruh di sana.

Pembobolan penjara itu kian meningkatkan tekanan terhadap Presiden Karzai. Ia juga semakin mendapatkan kritik tajam di dalam dan luar negeri terkait dengan kepemimpinannya yang goyah dan ketidakmampuannya dalam mengelola negara. Walau dunia internasional telah menjanjikan dana bantuan sebesar $21 juta untuk Afghanistan, mayoritas negara-negara donor mengkritisi kegagalan Karzai dalam menyelesaikan masalah korupsi dan keamanan di negerinya.

Menurut seorang pejabat setempat, serangan itu bermula pada pukul 19.20 malam waktu setempat, ketika dua buah truk berisi bom menghancurkan gerbang penjara dan merobohkan sebagian tembok. “Sepertinya serangan ini telah direncanakan secara matang,” katanya.

Setelah terjadi ledakan, sekelompok pejuang bersenjata roket, pelontar granat dan senjata mesin langsung melakukan penyerbuan. Mereka memasuki ruang penjara lewat pintu depan dan membuka pintu-pintu sel.

Penjara ini terletak di sebelah barat Kota Kandahar. Penduduk yang tinggal sekitar satu kilometer dari pusat kota menuturkan, ledakan tersebut telah mengakibatkan jendela dan rumah mereka hancur. Mereka juga mendengar suara tembakan yang bersahutan sekitar satu jam lamanya setelah terjadi ledakan.

Menurut Presiden Karzai, para penyerang tersebut hanya memusatkan usaha mereka di ruang tahanan politik dimana anggota Taliban ditahan. Di penjara itu juga terdapat ruang tahanan bagi pelaku kejahatan biasa, juga ruang tahanan wanita yang diisi 80 orang tahanan. “Polisi dan penjaga penjara telah berusaha mencegah 200 tahanan melarikan diri,” kata Karzai. Namun, salah seorang pejabat yang dihubungi AP di kota tersebut mengatakan, “Semua tahanan telah melarikan diri.”

Selain pelaku kejahatan, penjara itu juga digunakan untuk menahan orang-orang yang tak bersalah. Kebanyakan adalah kerabat dan keluarga penduduk sekitar yang terkena sweeping dalam operasi militer, juga orang-orang yang salah tangkap.

Warga yang tinggal di dekat lokasi melihat para tahanan berlarian di jalanan dan berhamburan ke desa-desa terdekat. Kebanyakan mengarah ke utara dan timur ke distrik Dand dan Argandab di luar kota. Pejabat Keamanan Kandahar, Abdul Haleem memberi peringatan, “Taliban akan bersembunyi sangat dekat dengan kota.”

Prajurit Kanada, bagian dari pasukan NATO yang bermarkas di luar Kandahar, segera diterjunkan ke penjara, namun tiba di lokasi ketika semua tahanan telah lepas. Tentara, polisi dan personel intelejen Afghanistan segera melakukan pengejaran ke kampung dan desa-desa.

Beberapa waktu lalu di bulan Mei terjadi kerusuhan di penjara tersebut. Sebanyak 400 orang tahanan melakukan mogok makan sebagai bentuk protes atas penahanan yang terlalu lama tanpa adanya proses peradilan. Sebagian telah dikurung selama dua tahun lebih, sebagian lagi adalah orang-orang yang ditolak permohonan bandingnya. Lebih dari 40 orang tahanan menjahit mulut mereka dengan jarum dan benang untuk menunjukkan keteguhan sikap.

Beberapa tahun lalu, tahanan Taliban meloloskan diri dengan cara menggali terowongan dari dalam sel. Petugas pada waktu itu mengatakan, para petugas jaga telah disuap agar menjaga di tempat lain ketika aksi gali lobang dilakukan.

Sebanyak 300 orang perempuan mendatangi penjara dan melakukan protes saat kerabat mereka diangkut pasukan NATO dan militer AS yang melakukan sweeping. Padahal mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah, namun ditahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tanpa persidangan. Pemimpin lokal dan pejabat pemerintahan melakukan negosiasi untuk menghentikan proses tersebut dan menjanjikan keadilan dan keadaan yang lebih baik. Namun, pembobolan penjara nampaknya adalah cara yang paling populer bagi mayoritas keluarga tahanan.

Chairul Akhmad

sumber (www.sabili.co.id)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: