Petualangan Sejati

Wahana Hiburan, Informasi, dan Edukasi

  • ALMANAK

    June 2008
    M T W T F S S
         
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • MENU

  • GUDANG

  • asah

Ihsan Syawahena

Posted by andriesdwiputra on June 14, 2008

Dia menjadi sering keluar masuk penjara. Penangkapan berikutnya terjadi pada 9 Septembr 1999 dengan dakwaan aktif di asosiasi mahasiswa Islam dan ativitasnya di dewan persatuan mahasiswa Islam. Kemudian pada pertengahan tahun 2000 dia kembali ditangkap. Namun semua tanpa ada pengakuan yang keluar dari lisan Ihsan.

Bahkan kerena merasa tidak mampu mengorek keterangan darinya, salah seorang yang mengiterogasinya mengatakan, Siapa yang bilang kepadamu bahwa kami ingin kamu mengaku??? Kamu, Qais dan Hanbali (keduanya adalah pentolan al Qassam) membawa akal yang sama. Kalian belajar dari tangan satu guru. Dan dengan nada kesal serta jengkel dia mengatakan, Setelah interogasi ini bisa saja kamu bebas kemudian akan ditangkap lagi dan dijebloskan ke dalam penjara beberapa bulan lantas keluar lagi dan seterusnya sampai datang kepadamu rudal dari langit yang menghabisimu.

Dan benar, Ihsan memang tidak pernah merasakan kebebasan sedikit lebih lama. Pada tahun 2001 pihak penjajah Zionis Israel kembali menangkap dan menjebloskannya ke penjara selama hampir setahun. Ini setelah pihak penjajah Zionis Israel mengetahui aktivitas militer Ihsan yang semakin tinggi. Terlebih dia memiliki hubungan sangat erat dengan muhandis kelima al Qassam, Muhammad Hanbali. Maka setelah keluar dari penjara dia pun kembali ditangkap dan dijebloskan ke penjara untuk yang kesekian kalinya. Dan terakhir kali dia ditangkap pihak penjajah Zionis Israel pada November 2003 atas tuduhan memberikan batuan dan kedekatannya dengan Muhammad Hanbali. Untuk tuduhan ini dia dijebloskan ke penjara selama 11 bulan meski mereka tidak bisa membuktikan atas semua tuduhannya itu.

Rekan-rekan Ihsan di dalam penjara menuturkan, meski dia telah menukar apartemennya ke sel-sel gelap di penjara Zionis Israel namun dia masih bisa menghabiskan waktu 12 jam lebih untuk membaca setiap harinya. Dia mahir berbicara bahasa Ibrani terutama bahasa Edesh, bahasa asli Ibrani, yang tidak banyak orang menguasainya kecuali hanya sedikit, termasuk orang Yahudi sendiri. Mereka yang bergaul dengan Ihsan di dalam penjara semua menegaskan, pejuang Palestina ini tidak pernah lalai dan menganggap remeh dalam menunaikan masalah ibadah.

Menurut catatan orang-orang penting al Qassam, Ihsan mulai bergabung ke dalam barisan sayap militer HAMAS ini sejak awal-awal meletus intifadhah al Aqsga. Setelah komandan al Qassam di wilayah utara Tepi Barat, Muhammad Hanbali syahid pada 5 September 2003 maka Ihsan mendapat amanah memegang kendali perjuangan di wilayah tersebut dan bertugas melakukan rehabilitasi infrastruktur al Qassam yang telah dihancurkan penjajah Zionis Israel. Untuk itulah, tidak heran apabila kemudian pihak penjajah Zionis Israel menempatkannya sebagai orang pertama yang harus dimusnahkan dari wilayah utara Tepi Barat.

Terlebih setelah sidik jari Ihsan diketahui berada di balik penyiapan aksi serangan bom syahid bersama yang dilakukan oleh Thilal Abu Ushbah pada April 2004 lalu. Selain itu, pihak penjajah juga menuduhnya terlibat dalam serangkaian aksi serangan terhadap pasukan penjajah Zionis Israel dan peledakan jeep-jeep militer mereka di kota Nablus, Tepi Barat pada Juli 2004. Juga setelah ditemukannya bom rakitan seberat 7 kg di dalam mobil di perlintasan militer Hiwara, yang ternyata adalah buatan Ihsan.

Untuk semua itulah, kemudian pihak penjajah Zionis Israel terus memburu dan meningkatkan jumlah antek untuk mengetahui keberadaan Ihsan. Berbagai rencana telah disiapkan dan akhirnya Allah menetapkan mereka menemukan Ihsan di apartemen tinggalnya di kota Nablus. Dan atas taqdir Allah pula akhirnya dia gugur syahid setelah baku senjata sengit dengan pasukan penjajah Zionis Israel. Seakan lisannya mengumandangkan bait-bait kemenangan:

jangan sedih wahai saudaraku
sungguh, mati syahid adalah citaku
ajal kita amatlah terbatas
sedang surga tempat pertemuan kita
alangkah bahagianya kematianku
hari ini kusudahi keterasinganku
tuk bertemu dengan Pemilik kita
juga Muhammad dan sahabatnya

Selama jalan pahlawan!!! (infopalestina.com)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: