Petualangan Sejati

Wahana Hiburan, Informasi, dan Edukasi

  • ALMANAK

    June 2008
    M T W T F S S
         
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • MENU

  • GUDANG

  • asah

Sang Juara

Posted by andriesdwiputra on June 7, 2008

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Ade. Mobilnya tidak istimewa namun ia termasuk dalam 4 orang anak yang masuk final. Dibandingkan sengan semua lawannya, mobil Ade lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebandingĀ  dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. namun, ade bangga dengan itu semua sebab mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saatnya final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Disetiap jalur lintasan telah siap 4 mobil dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun, sesaat kemudianAde meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. matanya terpejam, dengan tangan yang tertangkup memanjatkan doa. lalu, semenit kemudian ia berkata “ya, aku siap!”

Dor, tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itupun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo cepat…cepat…” begitu teriak mereka. Aha.sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah dilewati. Dan….Ade akhirnya keluar menjadi pemenang.

Saat pembagian piala tiba, Ade maju kedepan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya “Hai jagoan dari karimun, kamu tadi pasti berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”. Ade terdiam dan kemudian berkata “Bukan Pak, bukan itu yang Saya panjatkan”

Kemudian ia melanjutkan, “Sepertinya tak adil meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. Saya hanya memohon pada Tuhan agar Saya tidak menangis jika Saya kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu dan kemudian mereka bertepuk tangan.

Hikmah dibalik cerita diatas adalah :
mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan agar mengabulkan setiap permintaan kita. terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. terlalu sering kita berdoa pada Tuhan untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan petunjuk-Nya.

kita sering terlalu lemah untuk percaya diri bahwa kita sebenarnya bisa. Kita sering lupa dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. kita semua yakin bahwa Tuhan memberikankita ujian bukan untuk membuat kita lemah tetapi Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: