Petualangan Sejati

Wahana Hiburan, Informasi, dan Edukasi

  • ALMANAK

    June 2008
    M T W T F S S
         
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • MENU

  • GUDANG

  • asah

Permesinan Geladak

Posted by andriesdwiputra on June 7, 2008

Beberapa jenis permesinan geladak kapal serta kelengkapan dari badan kapal yang sering ditemui antara lain adalah perlengkapan tambat kapal (mooring equipment), bongkar muat kapal (cargo handling equipment), peralatan jangkar (anchor eqiupment), tutup palkah (hatch cover). Serta beberapa perlengkapan keselamatan seperti sekoci dan rakit penyelamat (lifeboat and liferafts), perlengkapan darurat (emergency generator dan emergency fire pump), pintu kedap air (watertight doors), penyeimbang dan pendorong haluan ( stabilizers and bow thruster).

1. MOORING EQUIPMENT


Derek yang sering dipergunakan dalam berbagai jenis kapal terlihat seperti pada gambar-gambar berikut

(klik mouse pada gambar untuk mendapatkan animasi)

Pada gambar tersebut tong derek (winch barrel)dipergunakan untuk menggulung kedalam atau mengulur keluar kabel atau tali pada saat kapal mulai menambat. Hal ini merupakan cara untuk mengencangkan  tambatan kapal ke pelabuhan. Jadi apabila tali antara kapal dan bollard di pelabuhan kendur atau kurang tegang tali tersebut langsung digulung ke tong derek (winch barrel).

Warp end digunakan bila ingin menggerakan kapal dengan jalan menarik tali yang ujung tali yang lain telah diikatkan pada bollard di pelabuhan. Jadi tali tidak langsung di gulung dan ditarik ke winch barrel tapi dililitkan terlebih dahulu beberapa gulung ke warp end.

Dari gambar tersebut juga dapat dilihat konstruksi dari motor dan gigi penggerak. Tenaga motor ditransmisikan melalui spur gear, kopling dan terus menuju drum (tong derek) dan warp end. Motor ini juga dilengkapi dengan band brake (pengerem) untuk menahan pergerakan dari drum apabila diperlukan. Sistem pengendalian dari motor penggerak ini mengatur gerakan putaran kedepan dan kebelakang juga variasi kecepatan dari motor penggerak.

Pada jenis derek tambat yang lebih modern, akan dilengkapi dengan pengontrol automatic self tensioning. Unit automatic self tension ini akan mengontrol perubahan tegangan tali karena perubahan sarat/pasang surut dari air laut dipelabuhan, atau perubahan muatan; dengan jalan menarik dan mengendurkan tali, agar satu nilai tegangan tali (yang telah ditentukan sebelumnya) dapat terus terjaga.



2. ANCHOR HANDLING EQUIPMENT

Bagian terpenting dari perlengkapan bongkar sauh/jangkar adalah windlass (derek jangkar) dan capstan (kapstan). Windlass merupakan derek/lir yang khusus direncanakan untuk mengangkat dan menurunkan jangkar kapal  serta menambatkan kapal di dermaga.


Pada gambar tersebut terlihat pada bagian yang berputar terdapat sebuah kabel pengangkat (cable lifter) yang bentuknya pas sesuai dengan rantai jangkar (anchor cable), sebuah drum tambat (mooring drum) yang digunakan untuk melepaskan tali tambat (mooring wire), dan sebuah tali tunda (warp end) yang digunakan selama proses pemindahan/penambatan kapal.

Masing-masing dari bagian tersebut akan digerakkan oleh motor dengan pentransmisian tenaga melalui kopling yang disebut sebagai dog clucth, sehingga dapat dikendalikan bagian mana dari windlas yang akan digunakan apakah cable lifter (untuk menurunkan atau menaikkan jangkar) ataukah mooring drum maupun warp end.

Selain dilengkapi oleh warp end  yang sering kali digerakkan bersamaan dengan mooring drum. Peralatan ini juga dilengkapi dengan band brake untuk menahan pergerakan cable lifter dan mooring drum apabila mesin mati, sehingga jangkar maupun tali tambat tidak akan telulur atau tertarik.


Posisi dari unit cable lifter ini diatur sedemikian rupa sehingga dapat menjangkau chain locker (kotak/almari dimana rantai disimpan yang di bawah almari tersebut terdapat mud box/kotak lumpur yang berfungsi untuk mengumpulkan kotoran setelah rantai jangkar dibersihkan dengan semprotan air laut)

3. CARGO HANDLING EQUIPMENT

Pada sistem operasi bongkar muat kapal, cargo winch merupakan alat yang sangat vital. Cargo winch (lir/derek muat) adalah lir yang digunakan untuk mengangkat muatan dari kade atau tongkang ke palkah kapal dan sebaliknya. Untuk keselamatan kerja dilengkapi dengan kecepatan ganda yang diperlukan pada saat mengangkat setengah beban/muatan. Pada derek muat, gigi reduksi akan mentransfer tenaga dari motor penggerak ke poros barrel. Tali tunda akan diperlukan pada saat derek mengangkat beban pada posisi puncak. Secara manual sistem ini juga dilengkapi dengan band brake untuk menahan beban apabila mesin mati.



Pada gambar diatas terlihat sistem perlengkapan dari sebuah tiang muat, dimana salah satu tiang terletak pada posisi diatas kade(quayside) dan yang satunya terletak secara vertikal diatas palkah. Topping wire memastikan ketinggian dari tiang. Kabel bongkar muat akan beropersi dengan melalui dua derek dan bergabung kembali pada kait (hook). Penggabungan pergerakan diatas akan menghasilkan gerakan keatas, pemindahan, serta penurunan muatan.


Pada beberapa jenis kapal modern pengopersian bongkar muat dengan menggunakan derricks seperti yang telah dijelaskan diatas telah digantikan dengan crane.

Crane terletak diantara palkah-palkah kapal, dan seringkali terletak diatas platform. Crane ini dapat berputar dengan putaran sudut 360 derajad  dan lebih menguntungkan dilihat dari segi pengoperasiannya karena hanya memerlukan satu orang untuk menjalankanya. Pada kebanyakan desain crane akan memperlihatkan pemakaian gigi ganda untuk tercapainya kecepatan tinggi pada keadaan muatan normal.

Pada gambar general cargo crane diatas terlihat tiga penggerak utama untuk menjalankan crane tersebut. Tiga penggerak utama tersebut adalah sebuah hoisting motor untuk mengangkat beban, sebuah luffing motor untuk menaikkan atau menurunkan jib (layar) dan sebuah slewing motor untuk gerakan berputar crane.

4. HATCH COVER

Hatch cover (tutup palkah) digunakan untuk melindungi/menutup pintu/celah palkah serta menjamin palkah dalam kondisi kedap air. Pada uraian berikut akan dijelaskan secara singkat hatch cover yang sering kali ditemui :


a. single pull hatch cover (tutup palkah tarik)



Gambar diatas merupakan jenis dari MacGregor single pull weather deck hatch cover yang paling sering ditemui. Pada jenis ini, tutup palkah baja yang terdiri dari beberapa panel (tutup) beroda yang berjalan diatas rel disepanjang kedua sisi ambang palkah, yang didesain sedemikian rupa sehingga apabila dibuka dengan tali penarik, panel-panel tersebut akan terjungkir dalam keadaan tegak dan melintang kapal didepan atau dibelakang lubang palkah.

b. side and end rolling hatch cover (tutup palkah geser)

merupakan tutup palkah baja yang terdiri dari dua tutup beroda yang dapat berjalan diatas rel pada ambang palkah, yang pada waktu dibuka masing0masing tutup menggeser pada arah yang berlawanan dalam keadaan mendatar

c. rolltite hatch cover ( tutup palkah gulung)

merupakan tutup palkah baja yang terdiri dari beberapa tutup yang melintang lubang palkah dan pada waktu dibuka tutup-tutup tersebut dalam keadaan tergulung.

d. folding hatch cover ( tutup palkah lipat )

merupakan tutup palkah baja yang terdiri dari dua tutup beroda atau lebih yang berjalan diatas rel disepanjang kedua sisi ambang palkah, yang dirancang sedemikian rupa sehingga apabila dibuka kedua tutup tersebut akan berlipat dalam keadaan tegak diatas rel.

e. piggy back hatch cover ( tutup palkah susun )

merupakan tutup palkah baja yang terdiri dari dua tutup, yang pada waktu dibuka , tutup yang satu berada diatas tutup yang lain dalam keadaan mendatar disisi atau didepan-belakang lubang palkah.

5. SEKOCI PENOLONG

Azas umum yang mengatur ketentuan tentang sekoci-sekoci dan rakit-rakit penolong dan alat-alat apung di kapal bahwa semuanya harus dalam keadaan siap untuk digunakan dalam keadaan darurat. Untuk dalam keadaan siap digunakan maka alat tersebut harus memenuhi syarat bahwa sekoci tersebut harus dapat diturunkan  ke air dengan selamat dan cepat sekalipun dalam keadaan trim (kapal miring) yang tidak menguntungkan sampai 15 derajad.

Jumlah orang yang diijinkan menempati sebuah sekoci penolong harus sama dengan ketentuan bahwa jumlah sekali-sekali tidak boleh melebihi jumlah orang dewasa yang menggunakan baju penolong yang dapat duduk dalam sekoci tersebut tampa menggangu penggunaan dayung atau perelengkapan penggerak yang lain.

Ditiap kapal penumpang harus dibawa ditiap sisi kapal sekurang-kurangnya satu sekoci penolong bermotor yang memenuhi syarat. Di tiap kapal barang dengan isi kotor 1600 ton atau lebih , kecuali kapal-kapal tangki , kapal yang digunakan sebagai kapal-kapal pabrik ikan paus , kapal- kapala yang digunakan untuk pengolahan ikan, dan kapal-kapal yang digunakan untuk orang-orang yang di pekerjakan dalam penangkapan ikan paus , industri-industri pengolahan ikan , harus membawa sekurang-kurangnya 1 sekoci penolong bermotor.

Semua Anak Buah Kapal (ABK) maupun  penumpang harus dapat terangkut oleh sekoci penyelamat pada satu sisi kapal saja, jadi pada masing-masing sisi kapal kapasitas sekoci adalah sejumlah ABK dan penumpang kapal. Maksudnya apabila kapal trim (miring) berlebih, dengan sendirinya sekoci pada salah satu sisi akan tidak bisa diturunkan; maka masih dapat menggunakan sekoci penyelamat pada sisi kapal yang lain.

Syarat Sekoci Penolong Bermotor

1. Harus dilengkapi dengan mesin penyalaan kompresi dan diatur sedemikian sehingga pada setiap saat dalam keadaan siap pakai, harus tersedia bahan bakar cukup untuk 24 jam operasi secara terus menerus.
2. Mesin dan peralatannya harus ditutup dengan baik unutk menjamin operasi dalam keadaan cuaca yang buruk , dan tutup mesin harus tahan api.
3. Gerak Mundur harus dapat dilakukan .
4. Kecepatan maju di air tenang jika di muati penuh dengan jumlah orang yang diijinkan dan perlengkapannya sekurang-kurangnya 6 Knot ( kapal-kapal penumpang , kapal-kapal tangki , kapal-kapal yang digunakan pabrik ikan paus dsb)
5. Untuk sekoci penolong bermotor lainnya , sekurang-kurangnya 4 Knot.

Perlengkapan Sekoci Penolong

Perlengkapan normal tiap sekoci penolong harus terdiri dari :
1. Seperangkat dayung apung, 2 dayung apung cadangan dan sebuah dayung apung kemudi., sebuah gancu sekoci .
2. Sebuah kemudi terpasang di sekoci penolong.
3. 2 buah Kapak , satu di masing-masing ujung sekoci penolong.
4. Sebuah lampu dengan minyak untuk 12 jam , 2 kotak geretan yang baik dalam wadah kedap air.
5. Sebuah tiang atau lebih berikut layar-layarnya ( warna jingga ).
6. Tali keselamatan di ikat berumbai keliling sisi luar sekoci penolong.
7. Sebuah jangkar apung.
8. Sebuah bejana berisi 1 galon berisi minyak nabati, minyak ikan .
9. Makanan , untuk tiap orang yang diangkut dalam sekoci penolong . Makanan disimpan dalam wadah kedap udara dan dimasukkan dalam wadah kedap air.
10. Wadah air tawar yang berisi 3 liter untuk tiap orang yang diangkut oleh sekoci penolong.
11. 4 buah suar yang menghasilkan cahaya terang berwarna merah pada ketinggian yang tinggi, obor tangan yang dapat menghasilkan cahaya terang berwarna merah.
12. 2 buah isyarat asap (digunakan pada siang hari ) yang dapat menyebarkan sejumlah asap berwarna jingga.
13. PPPK dalam sebuah kotak kedap air , sebuah lampu senter kedap air dengan 1 pasang baterai cadangan dan 1 bola lampu cadangan dalam sebuah wadah kedap air.
14. Sebuah cermin untuk memberi isyarat pada siang hari .
15. Sebuah pisau lipat dilengkapi dengan pembuka kaleng yang harus terikat di sekoci.
16. Sebuah pompa tangan.
17. 2 buah tali buangan yang ringan dan dapat mengapung.
18. Seperangkat kail penangkap ikan.
19. Satu suling atau alat isyarat bunyi yang sepadan.
20. Satu tutup sekoci dengan warna sangat menyolok.
21. Untuk sekoci penolong bermotor harus membawa alat pemadam kebakaran.

6. Dewi-dewi (Lifeboat Davits)

Lifeboat davits merupakan peralatan untuk melemparkan sekoci penyelamat ke laut, tanpa ada bantuan mekanis.

Gambar diatas adalah suatu Gravity davits, davits ini akan menurunkan posisi kapal begitu pengamannya dilepaskan (gambar titik-titik). davits tersebut harus tetap dapat menurunkan sekoci (pada posisi siap dilepaskan) meskipun kapal miring (heeled) 15 derajad pada sisi kapal yang lain.

Pada davits tipe ini sekoci dipegang oleh tali yang dinamakan ‘gripes’. tali yang lain baik terpisah maupun dikombinasikan dengan gripes, memegang pegangan pada sisi atas. Bila gripes dan pegangan (cradle) di lepaskan maka winch handbrake dapat dilepaskan untuk memungkinkan pegangan bergeser kebawah melewati tepi kapal; sehingga memungkinkan sekoci dapat diturunkan.

Bowsing line yang dikencangkan pada tepi sekoci digunakan untuk memegang sekoci agar menempel di tepi kapal, tricing pendant kemudian dilepaskan; setelah ABK maupun penumpang naik sekoci, bowsing line dilepaskan dan sekoci diturunkan ke air. Tali untuk menaikkan maupun menurunkan sekoci dinamakan ‘falls’ dan kecepatan jatuh bebas dari sekoci di batasi pada 36 meter/detik dengan menggunakan rem centrifugal. rem tangan (hand brake) yang digunakan untuk menurunkan sekoci tadi mempunyai ‘dead man’s handle’ bila di turunkan akan mengaktifkan rem centrifugal.

One Response to “Permesinan Geladak”

  1. Fahmi said

    makasih artikel nya mas…. buat materi ujian SOK neeh…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: