Petualangan Sejati

Wahana Hiburan, Informasi, dan Edukasi

  • ALMANAK

    June 2008
    M T W T F S S
         
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • MENU

  • GUDANG

  • asah

Humor-humor singkat

Posted by andriesdwiputra on June 7, 2008

(1)

“APAKAH Anda tidak malu terlihat di persidangan begitu sering?” tanya hakim pada terdakwa yang dikenal sebagai residivis.

“Kenapa mesti malu, Pak Hakim? Kalau saya punya malu mana mungkin saya jadi maling?”

(2)

“SAUDARA Terdakwa divonis 30 tahun penjara potong masa tahanan,” vonis hakim pada terdakwa yang sudah berumur 65 tahun.

“Pak Hakim,” kata laki-laki itu dengan tersedu, “Saya tidak akan tahan untuk menyelesaikan hukuman itu.”

“Tidak usah khawatir. Kekurangannya akan dibayar anak dan cucu Anda.”

(3)

“KENAPA saya dituntut?” tanya seorang pemabuk.

“Anda dibawa ke tempat ini karena minum,” jawab hakim dengan sabar.

“Bagus. Kalau begitu, mari kita mulai!”

(4)

“ANDA sedang berada di tempat kejadian ketika dua laki-laki ini saling melempar kursi. Kenapa Anda tidak mencoba untuk melerai?”

“Tidak mungkin, Pak. Di sana tidak ada kursi lagi, sih.” jawab saksi.

(5)

PERSIDANGAN siang itu sedang mengadili seorang pemabuk yang membuat kekacauan di jalan.

“Apa yang membuat Anda berpikir kalau tertuduh ini mabuk?” tanya hakim pada saksi –seorang polisi.

“Begini, Pak Hakim,” jawab polisi itu, “Waktu itu ia berada di tengah-tengah jalan raya mencoba untuk mengangkat garis putih yang berada di zebra cross.

(6)

PENGACARA itu bertanya kepada kliennya yang amat miskin. “Apa Anda sudah mengirim uang untuk menangani kasus ini kepada sekretaris saya?”

“Sudah. Tetapi, uang itu ditolak karena tak sesuai tarif.”

“Lalu, apa kata sekretaris saya?”

“Dia menyuruh saya untuk menemui pengacara kelas kambing saja!”

“Lalu, apa yang Anda lakukan?”

“Apa lagi kalau tidak menemui Anda?”

(7)

PENGACARA dan jaksa yang sangat terkenal tengah berdiskusi tentang teori pergantian wujud manusia menjadi binatang dan sebaliknya.

“Nah, sekarang kalau kamu diminta menjadi hewan, kamu akan pilih jadi keledai atau kuda?” tanya si pengacara.

“Saya mau jadi keledai saja.”

“Kenapa?”

“Karena keledai kan bisa menjadi pengacara, seperti yang biasa kita lihat. Tapi, kuda tidak bisa!”

(8)

SIDANG pemerkosaan terhadap Aminah yang dilakukan Benny itu dibuka oleh Abdullah selaku pimpinan sidang. Beberapa detik setelah persidangan dibuka, tiba-tiba saja Aminah yang berparas cantik dan bertubuh seksi itu protes. Soalnya, nama Aminah ditulis sebagai Nyonya Benny.

“Nama saya Aminah. Saya bukan Nyonya Benny,” katanya.

Wajah Abdullah yang sejak awal terpesona pada Aminah itu berbinar-binar. “Oh, maaf. Tadi saya salah sebut. Jadi, hadirin yang mulia, nama korban yang ada di hadapan saya adalah Nyonya Abdullah.”

(9)

JOHN HOOK, seorang pelaut Inggris, dipanggil ke pengadilan sebagai saksi sehubungan dengan kasus tentang perkelahian masal di kapal sewaan. Perkelahian itu mengakibatkan rusaknya seluruh kapal, sehingga pemilik kapal menggugat si penyewa.

“Tuan Hook,” kata pengacara yang menangani kasus itu, “pertama-tama saya ingin tahu hal paling dasar dari apa yang harus kita selesaikan hari ini. Apakah Anda tahu, siapa tergugat dan siapa penggugat dalam kasus ini?”

“Maaf, saya tidak tahu!”

“Aduh, Anda ini bagaimana? Anda dipanggil ke sini sebagai saksi, masa yang namanya penggugat dan tergugat saja tidak tahu? Tapi baiklah, coba ceritakan, di mana perkelahian itu mula-mula terjadi?”

“Di sekitar ruang binnacle”

“Saya tidak paham dengan keterangan Anda yang pendek seperti itu. Ruangan bagian mana sebenarnya yang Anda maksud?”

“Aduh, Anda ini gimana? Anda dipanggil ke sini sebagai pengacara yang menangani kasus perkelahian massal di kapal. Masa yang namanya ruang binnacle saja tidak tahu?”

(10)

DUA terdakwa itu berbicara kepada pembelanya, sesaat setelah sidang bagian pertama selesai. Kedua terdakwa itu disidangkan sehubungan dengan kasus korupsi miliaran rupiah yang melibatkan banyak pengusaha swasta. “Maaf, Pak. Saya tadi terpaksa sedikit berbohong pada bagian ini,” kata terdakwa pertama sembari menunjukkan berkas persidangan itu kepada pembela.

“Saya juga berbohong. Tapi pada bagian yang lain lagi,” tutur terdakwa kedua sembari membuka bagian lain dari berkas itu. “Nah, di bagian ini saya berbohong!”

Pembela itu mengusap keningnya. “Aduh, Anda benar-benar rakus. Setelah uang miliaran Anda gasak habis, sekarang bagian saya untuk berbohong di sidang pun Anda habiskan?”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: