Petualangan Sejati

Wahana Hiburan, Informasi, dan Edukasi

  • ALMANAK

    June 2008
    M T W T F S S
         
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • MENU

  • GUDANG

  • asah

Gerakan mahasiswa, dimanakah engkau sekarang ?

Posted by andriesdwiputra on June 7, 2008

Gelora perjuangan “Revolusi Mei” 1998 masih terngiang-ngiang di telinga kita. Gegap-gempitan dan riuh-rendah aksi penumbangan seorang diktator dengan satu aktor utamanya : mahasiswa, terasa seakan baru kemarin. Peran mahasiswa yang nyaris melegandaris seharusnyalah menyisakan secercah kebenaran yang bersih daripadanya. Kini ‘langit sepi’, ‘ombak’ laut tak lagi bergelora dahsyat, ‘jerit camar-camar’ tertelan angin yang dibawa pemerintah baru hasil pemilu : Gus Dur. Kini pula ribuan pertanyaan menunjuk hidung mahasiswa yang telah menjadi pelopor membakar ‘api reformasi’ yang kini menghanguskan banyak hal – yang baik maupun yang buruk. Sebentuk tanggung jawab seakan dituntut disini, atas ‘bola’ yang telah bergulir. Mau kemanakah ‘bola api reformasi’ itu ? Diamanakah kini engkau gerangan Gerakan Mahasiswa (selanjutnya bisa disingkat: GM) yang kemarin lantang berteriak reformasi ? Gagapkah manghadapi terpaan angin perubahan jaman yang tidak kenal kompromi ?

Pembuktian sejarah gerakan mahasiswa Indonesia sesuai dengan konteks zamannya, haruslah memberikan kesimpulan apakah gerakan tersebut, dalam oreientasi dan tindakan politiknya, benar-benar mengarah dan bersandar pada problem-problem dan kebutuhan struktural rakyat Indonesia. Orientasi dan tindakan politik merupakan cermin dari bagaimana mahasiswa Indonesia memahami masyarakatnya, menentukan pemihakan pada rakyatnya serta kecakapan merealisasi nilai-nilai tujuan atau ideologinya.

Karena pranata mahasiswa merupakan gejala pada masyarakat yang telah memiliki kesadaran berorganisasi, dan mahasiswa merupakan golongan yang diberikan kesempatan sosial untuk menikmati kesadaran tersebut, maka asumsi bahwa gerakan mahasiswa memberikan penghargaan yang tinggi terhadap kegunaan organisasi dalam gerakannya adalah absah. Dengan demikian kronologi sejarah gerakan mahasiswa harus memperhitungkan batasan bagaimana sejarah mahasiswa memberikan nilai lebih terhadap organisasi sebagai alat perjuangan politik modern. Meskipun demikian, tidak ada maksud untuk tidak menghargai gerakan rakyat spontan.

Nilai lebih organisasi dalam gerakan mahasiswa hanyalah bermakna bahwa di dalam organisasi, mahasiswa ditempa dan dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Pemahaman / pengidentifikasian terhadap masyarakat dan persoalan-persoalannya.
  2. Keberpihakan pada rakyat.
  3. Kecakapan-kecakapan dalam pengelolaannya dalam mencapai tujuan ideal/ideologinya.

Ketiga syarat tersebut mencerminkan:

  1. Tujuan dan orientasi gerakan mahasiswa.
  2. Metodologi gerakan mahasiswa.
  3. Pengorganisasian sumber daya manusia, logistik dan keuangan Gerakan Mahasiswa, dan
  4. Penentuan program-program politik GM yang bermakna startegis-taktis
Gerakan mahasiswa yang monoton saat ini perlu dibuat lebih bervariasi. Bukan hanya demonstrasi…demonstrasi…dan demonstrasi. Jaman telah berubah, dan demontrasi hanya menjadi salah satu sarana menyampaikan aspirasi bukan memberikan sebuah solusi. Dewasa ini demonstrasi bukan lagi menjadi sesuatu yang “wah” karena setiap orang bisa melakukan demonstrasi mulai dari balita hingga orang lanut usia. Harus ada sebuah strategi-taktis lain yang harus kita bangun bersama.
Pencerdasan politik masyarakat yang selama ini kita bangun melalui aksi “demonstrasi” menghasilkan masyarakat Indonesia seperti sekarang ini, aksi tanpa memberikan sebuah solusi. Hal-hal baru yang perlu kita kembangkan adalah diskusi, seminar, simposium, dan kegiatan-kegiatan “politik keilmiahan” lainnya. Mengapa? karena kita akan mendidik sebuah masyarakat yang mampu menganalisa sebuah permasalahan sehingga dapat mencari solusi terhadap sebuah permasalahan yang sedang dihadapi.
Aksi tak mesti anarki, Radikal tak harus brutal
…………to be continue

Pustaka

Bpk. Suryadi A Rajab, “Panggung-panggung mitologi dalam hegemoni negara:Gerakan mahasiswa dibawah orde baru”, Prisma, No.10,1991

Nezar Patria, makalah dengan judul “Memposisikan Kembali Gerakan Mahasiswa : Belajar dari Sejarah” untuk keperluan OPSPEK UGM 1998.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: